Tampilkan postingan dengan label spirit spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spirit spiritual. Tampilkan semua postingan
I've known him since I was 10. Until now, He is still like my father, my mom, my Guru, my friend. He is my everything! I really love HIM, O Bhagawan Sri Sathya Sai Baba :')



I remember, He ever said... 

"I have come to light the lamp of Love in your hearts, to see that it shines day by day with added luster. 
I have not come on behalf of any exclusive religion. 
I have not come on a mission of publicity for a sect or creed or cause, nor have I come to collect followers for a doctrine. 
I have no plan to attract disciples or devotees 
into my fold or any fold. 
I have come to tell you of this unitary faith, this spiritual principle, 
this path of Love, this virtue of Love, 
this duty of Love, this obligation of Love."

Ya, He is true! I need to know about the spiritual principle, the path, the virtue, the duty, the obligation of LOVE. I need it to uplift MY LIFE with LOVE. And HE gave me what I need.
His life, His examples, His love, His bliss, everything...

Baba, for all that YOU have given me,
How can I thank YOU.. 
YOU give everything :D
For me.. 
There is nothing dearer and more precious than YOU :')

For me..
Even tho people say that you had passed away.. 
You are still a live in my heart..
Forever..
Nothing can take YOU away from me, 
Because my heart..is YOUR Home FOREVER! 
Please, never leave me alone, Baba..
I promise, I will do my best 
To Be Your Instrument.. 
To Be Messenger of Love.. 
To Love All and Serve All..


Sai Ram, Bhagawan... Sai Ram... Please always stay in my Heart :')


We Love You, Dearest Sad Guru!



Om Swastyastu, 
Pertama-tama, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Saraswati kepada sodara-sodara yang merayakan... Semoga ilmu pengetahuan senantiasa mengantarkan kita pada pintu gerbang kebijaksaan. Awignamastu ^.^

Karena atmosfernya masih Hari Raya, jadi postingannya juga rada-rada ya... Hindu banget ya...  Semoga bermanfaat, teman!


         Sebagai seorang siswa/mahasiswa, ada dua pemujaan yang sangat baik untuk dilakukan kita lakukan yakni pemujaan Dewi Saraswati dan Dewa Ganesha. Dalam kesempatan ini, yuuuk kita bahas Pemujaan terhadap Dewi Saraswati.

Kata Saraswai berasal dari urat kata “Sr” yang artinya mengalir. Di dalam kitab suci Weda, Saraswati adalah Dewi Sungai dan Dewi Ucap (pengetahuan dan kebijaksanaan). Ini memberi makna yang dalam bagi para siswa bahwa kita harus senantiasa seperti sungai yang mengalir terus (belajar dari semua kehidupan) apapun yang merintangi dan pada akhirnya sampai di lautan samudra yang luas (Tuhan). Dewi Saraswati juga dianggap sebagaia Dewi Bahasa yaitu penemu bahasa Sansekerta dan huruf Dewanagari, juga sebagai pelindung kesenian (Titib, 2003).


Dewi Saraswati digambarkan sebagai wanita cantik berkulit putih, bersih, perilakunya lemah lembut. Busananya putih gemerlap dan duduk di atas sekuntum  bunga teratai. Beliau digambarkan memiliki empat tangan yang masing-masing memegang vina (sejenis gitar), aksamala (japamala/tasbih), kumbaja (kelopak bunga teratai), dan pustaka (buku suci). Atribut atau laksana lain yang kita jumpai adalah damaru (kendang kecil), pasa (jerat atau simpul/tali), trisula, sankha (terompet dari kerang laut) dan cakram. Di samping itu terdapat pula burung merak dan angsa yang melengkapai atribut Sang Dewi. Namun umumnya Dewi Saraswati memegang vina di tangan kanan depan dengan sikap memegang senar, dangan kanan belakang memegang japamala, dan kiri belakang memegang pustaka.

Adapun makna simbol penggambaran dari Dewi Saraswati, pertama, Dewi yang cantik dengan tubuh dan busana putih bersih berkilau melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu menarik, murni, suci, serta dapat meningkatkan keluhuran budhi manusia. Warna putih merupakan salah satu triguna yaitu sattvam guna yang bermakna ilmu pengetahuan lahir dari sihat satwam, oleh karenanya orang yang tenggelam (mempelajari ilmu pengetahuan) hendaknya memiliki sifat satwam (kebajikan,keluhuran, dan keindahan) Hingga ilmu pengetahuan disebut sebagai sattvam-jnanam.

Simbol kedua, Caturbhuja yakni memiliki empat tangan yang memegang vina, pustaka, aksamala, kelopak teratai. Berdasarkan beberapa buku, yang merupakan pengkajian dari beberapa kitab purana dan  analisa bijak para Rsi, dijelaskan bahwa vina di tangan kanan depan Sang Dewi melambangkan keindahan (melodi) dan hukum Rta (hukum alam). Bahwa saat alam semesta tercipta muncul melodi OM. Suara suci OM adalah suara musik kosmis alam semesta atau musik angkasa atau suara Tuhan. Suara yang sangat suci dan digunakan untuk mengawai setiap mantra.  Aksamala yang dipegang-Nya pada tangan kanan belakang melambangkan konsentrasi dan meditasi. Bagi orang yang mampu berkonsentrasi dan bermeditasi akan memperoleh ilmu pengetahuan tiada batas dan akhir, serta peningkatan kesadaran. Dengan mememang aksamala Dewi Saraswati juga mengajarkan kepada para siswa untuk berjapa, mengulang-ngulang nama suci Tuhan. Pustaka suci yang dipegang-Nya sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang patut dicari oleh setiap umat manusia. Tanpa hal ini, kehidupan tidak akan memberi manfaat. Dewi Saraswati yang bertangan empat juga dijelaskan dalam Skanda Purana sebagai Srutilaksana yakni perwujudan kitab suci yang terdiri dari Catur Weda Samhita. Singkatnya Dewi Saraswati melambangkan penguasa atas kitab suci Weda (Catur Weda).

Simbol lainnya adalah wahana Dewi Saraswati digambarkan duduk di atas bunga teratai dengan kendaraan seekor angsa dan merak. Teratai melambangkan kesucian. Hidup di kolam yang berlumpur namun bunganya tak tersentuh oleh kotoran. Ini mengajarkan kepada manusia bagaimana kita hidup dalam lumpur duniawi namun tak terjerumus dalam kotoran tersebut. Angsa melambangkan kecerdasan dan kebijaksanaan, mampu membedakaan mana yang baik dan buruk (viveka). Angsa mampu membedakan sekam dan biji, mampu membedakan susu dan air. Dr. I Made Titib dalam bukunya yang berjudul Purana mengutip pernyataan William Monier bahwa wahana (kendaraan) Dewa Brahma digambarkan sebagai angsa yang berarti jiwa yang agung atau universal. Hendaknya seorang siswa juga memiliki sifat-sifat angsa ini. Burung merak melambangkan egoisme tapi juga memiliki semangat, keindahan, dan kreativitas. Bagi seorang yang memiliki ilmu pengetahuan, ego dapat digantikan dengan kreativitas dan dipenuhi dengan kebijaksanaan hingga menjadi indah dan bijak.

Pemujaan khusus kepada Dewi Saraswati telah umum kita lakukan pada hari raya Saraswati yang jatuh pada Saniscara Umanis Watugungung. Pada hari ini hendaknya siswa/mahasiswa meninggalkan segala aktivitas rutinnya dan dengan khusuk melakukan pemujaan kepada Dewi Saraswati. Umumnya pemujaan menggunakan banten Saraswati. Kita dapat melantunkan mantra berikut:


Om Sarasvati namas tubyam, varade kama rupini
Siddhirambha karisyami, siddhir bhavantu me sada
Pranamya sarva-devas ca, paramatmanam eva ca,
Rupa siddhi prayukta ya Sarasvati namamy aham   
Sarasvati1-2


Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pemberi berkah, wujud kasih bagi seorang ibu yang sangat saya dambakan. Semoga segala kegiatan yang hamba lakukan selalu berhasil atas karunia-Mu. Setelah hamba memuja seluruh Dewata dan juga dewata tertinggi (Paramaatma/Parama Siwa), kami memuja-Mu yang maha cantik yang mendorong keberhasilan.”

Dalam cerita Ramayana, saat Sri Rama masih di Gurukula ia bersama sisia lainnya senantiasa memuja Dewi Saraswati dengan Stotra Saraswati sebelum memulai pelajaran. “Aku selalu memohon perlindungan-Mu Oh Tuhan, sumber segala macam ilmu pengetahuan dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati yang memakai kalung untaian bunga putih seperti bunga kunda atau bulan atau salju, yang dipuja dengan pakaian putih suci, yang tangan-Nya dihias dengan vina dan sikap tangan memberi rahmat, yang bersinggasana di atas teratai putih. Aku hanya manusia, para Dewa pun memujamu. Semoga dengan pengetahuan  yang kuperoleh dari-Mu aku dapat berkarya demi kebaikan seluruh umat manusia.”

Dalam kekawin Saraswati Puja disarankan untuk memuja Dewi Saraswati dengan sarana bunga yang harum, melalui japa dan dyana dan pengucapan mantra untuk memuji kejayaan beliau. Untuk itu saat pemujaan kepada Dewi Saraswati sangat baik melakukan japa dengan mantra Om Sri Saraswatyai Namah selama beberapa putaran japa (1-10 kali putaran) Ini memberi dampak yang sangat baik bagi mental kita. Puja pribadi seperti ini lebih banyak menekankan makna dan hakikat puja. Ini dapat dilakukan setelah melakukan puja bersama di pura ataupun pada saat Brahma muhurta (waktu subuh). Sepanjang hari pada Saraswati adalah hari yang sangat bertuah, sangat baik melaksanakan japa dan dhyana (perenungan akan kemuliaan serta berkat Beliau). Dibanding bergosip atau melakukan hal-hal yang tidak berguna pada hari ini, lebih baik tenggelam dalam kontemplasi.


Om Shanti, Shanti, Shanti, Om :)

***
Rujukan:

1.      Titib, I.M.DR. 2003. Teologi dan Simbol-Simbol Agama Hindu. Paramita. Surabaya.
2.      Surpi Aryadharma, 2005. Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata, Kiat Sukses Siswa Menurut Hindu. Pustaka Bali Post.
"Sepuluh Petunjuk Swami", wacana ini muncul kembali pada saat yang tepat di atas meja belajar saya :) di saat saya sempat sedih kehilangan pegangan dan motivasi, di saat saya merasa letih, jatuh dan tak ada yang peduli. Sairam, Bhagawan !


PESAN BELIAU ...

1. Berhentilah Khawatir
Kehidupan telah memberimu tamparan dan yang engkau lakukan hanya duduk dan khawatir. Lupakah engkau jika Aku disini untuk mengambil bebanmu dan menanggungnya untukmu? Atau apakah engkau menikmati keresahanmu atas segala hal kecil yang menerpamu ?

2. Taruhlah pada Daftar
Sesuatu yang membutuhkan penyelesaian atau penanganan. Taruhlah pada sebuah daftar (list). Tidak, bukan pada daftarmu. Taruhlah pada daftar “yang harus Aku lakukan”. Biarlah Aku menangani masalahmu. Aku tidak dapat menolongmu sebelum engkau menyerahkannya padaKu. Dan walaupun “daftar yang harus Aku lakukan” panjang , diatas segalanya Aku adalah Tuhan. Aku dapat menangani segala hal yang engkau serahkan kedalam tanganKu, kenyataannya, jika kebenaran diketahui, Aku menangani banyak sekali hal untukmu tanpa engkau sadari.

3. Percayalah PadaKu
Setelah engkau menyerahkan bebanmu kepadaKu, berhentilah berusaha untuk mengambilnya kembali. Percayalah padaKu. Milikilah keyakinan bahwa Aku akan menangani semua kebutuhan, masalah dan cobaanmu. Bermasalah dengan anak? Taruhlah dalam daftarKu. Bermasalah dengan keuangan? Taruhlah dalam daftarKu. Bermasalah dengan emosimu? Untuk kepentinganKu, Taruhlah dalam daftarKu. Aku ingin menolongmu. Yang harus engkau lakukan hanyalah memintanya kepadaKu.

4. Tinggalkanlah
Janganlah engkau bangun dipagi hari dan berkata, “Baiklah, aku merasa sudah lebih kuat sekarang, kupikir aku bisa menanganinya (masalah/beban) mulai sekarang.“ Mengapa engkau berpikir bahwa engkau merasa lebih kuat sekarang? Sederhana saja. Engkau menyerahkan bebanmu padaKu dan Aku menanganinya. Aku juga memperbaharui kekuatamu dan melindungimu dalam kedamaianKu. Tidakkah engkau tahu bahwa jika Kuserahkan kembali masalahmu kembali, engkau akan kembali seperti engkau memulainya?! Tinggalkan masalahmu itu padaKu dan lupakan. Biarlah Aku melakukan pekerjaanKu.

5. Bicaralah PadaKu
Aku ingin engkau melupakan banyak hal. Lupakan hal yang telah membuatmu gila. Lupakan kekhawatiran dan keresahanmu karena engkau ketahui bahwa segalanya berada dibawah kontrolKu. Namun ada satu hal yang Aku harapkan engkau tidak lupa. Tolong jangan lupa untuk bicara padaKu. SESERING MUNGKIN! AKU MENCINTAIMU! Aku ingin mendengar suaramu. Aku ingin engkau melibatkan Aku dalam hal yang terjadi dalam kehidupanmu. Aku ingin mendengar engkau berbicara tentang teman–temanmu dan keluargamu. Berdoa sesederhana engkau melakukan pembicaraan denganKu. Aku ingin menjadi teman yang paling engkau sayangi.

6. Milikilah Keyakinan
Aku melihat banyak hal diatas sini yang tidak dapat engkau lihat dari tempatmu berada. Milikilah keyakinan padaKu bahwa Aku tahu apa yang harus Aku lakukan. Percayalah kepadaKu; engkau tidak akan menginginkan pemandangan dari pengelihatanKu. Aku akan terus menjagamu dan memenuhi kebutuhanmu. Engkau hanya perlu percaya kepadaKu. Walaupun Aku memiliki tugas yang jauh lebih besar daripadamu, sepertinya jika engkau memiliki begitu banyak masalah lakukan peran yang sederhana saja. Seberapa susahkah untuk percaya?

7. Berbagilah
Engkau diajarkan untuk berbagi ketika engkau berusia 2 tahun. Kapan engkau melupakannya? Aturan itu tetap berlaku. Berbagilah pada mereka yang kurang beruntung darimu. Berbagilah kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan semangat. Bagilah canda tawamu dengan mereka yang sejak lama sudah tidak mendengarnya. Bagilah air matamu pada mereka yang lupa untuk menangis. Bagilah keyakinan pada mereka yang tidak memilikinya.

8. Bersabarlah
Aku mengatur untuk memperbaiki masalah atau bebanmu dalam jangka waktu satu kehidupan, engkau harus memiliki bermacam–macam pengalaman. Engkau tumbuh dari anak kecil menjadi dewasa, mempunyai anak, sering berganti pekerjaan, belajar banyak perdagangan, melakukan perjalanan keberbagai tempat, bertemu dengan ribuan orang dan begitu banyak pengalaman. Lalu bagaimana engkau bisa tidak sabar jika Aku menangani masalahmu dalam daftar "apa yang harus Aku lakukan” dengan waktu sedikit lebih lama dari waktu yang engkau harapkan? Percayalah pada waktuKu, waktuKu tepat dan sempurna. Hanya kerana Aku menciptakan seluruh alam semesta ini hanya dalam waktu 6 hari, semua orang pikir bahwa Aku harus selalu terburu–buru, terburu–buru dan terburu–buru.

9. Bersikaplah Baik Hati
Bersikaplah baik kepada sesamamu sebagaimana Aku mencintaimu. Mereka mungkin tidak berpakaian sepertimu, atau berbicara sepertimu, atau hidup sebagaimana gaya hidupmu, namun aku tetap mencintai kalian semua. Tolonglah berhubungan dengan baik, untuk kepentinganKu. Aku menciptakan kalian berbeda–beda. Akan sangat membosankan dan menjenuhkan jika kalian serupa. Jadi tolong, sadari jika Aku mencintai keanekaragaman kalian.

10. Cintai Dirimu
Sebagaimana begitu besar cinta kasihKu kepadamu, lalu bagaimana mungkin engkau tidak mencintai dirimu sendiri? Engkau tercipta olehKu hanya untuk satu alasan yaitu; untuk dicintai dan mencintai. Aku adalah Tuhan cinta kasih. Kasihi Aku, kasihi tetanggamu. Tetapi juga kasihi/cintai dirimu sendiri. Hatiku sakit sekali jika Aku melihat engkau begitu marah pada dirimu sendiri jika keadaan berjalan tidak semestinya. Engkau begitu berharga bagiKu.


***


Baba, terimakasih Kau mengingatkanku hal ini.
Sekarang saya tidak akan sedih lagi :) Saya percaya padaMu, Bhagawan :)



Tvam eva mata ca pita Tvam eva
Tvam eva bandushca sakha Tvam eva
Tvam eva vidya , dravinam Tvam eva
Tvam eva sarvam mama Deva Deva



SWAMI, WE LOVE YOU :)



"Madu yang begitu manis, dan akan selalu manis bagi penyembahNya untuk selamanya." Kalimat sederhanaku untuk menggambarkan Kepribadian Tuhanku, Krishna. Aku begitu mengagumi-Nya. Bukan hanya kerena Beliau terlahir sebagai sosok yang begitu tampan sehingga menarik hari para Gopi, bukan hanya karena wejangan-Nya yang sejuk menyirami hati sanubari setiap insan, bukan hanya karena Beliau seorang pahlawan yang menyelamatkan Arjuna dari dosa dan rasa takut untuk berperang demi Dharma, lebih dari itu, Beliau adalah magnet yang begitu berpengaruh dalam kehidupanku. Beliau selalu membangkitkan ku dari jatuh. Beliau mengajarkankan tentang hidup yang sesungguhnya. Beliau begitu berkarunia dan mencintai penyembahnya.

Lirik "Madhurashtakam" ini mungkin tidak cukup melukiskan betapa indahnya Beliau.
Tapi satu hal yang pasti, Aku mencintai Krishna, teramat sangat.

Adharam Madhuram, Vadanam Madhuram,
Nayanam Madhuram, Hasitham Madhuram,
Hrudhayam Madhuram, Gamanam Madhuram
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet are His lips and His face is sweet
Sweet are His eyes and His smiles are sweet
Sweet is His heart and His bearing is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Vachanam Madhuram, Charitham Madhuram,
Vasanam Madhuram, Valitham Madhuram,
Chalitham Madhuram, Bramitham Madhuram,
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram


Sweet are His words and His actions are sweet
Sweet is His dress and His posture is sweet
Sweet is His gait and His gestures are sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Venur Madhura, Renur Madhura,
Paani Madhura, Padhoa Madhura,
Nrithyam Madhuram, Sakhyam Madhuram,
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet is His flute and His foot-dust is sweet
Sweet are his hands and His blue feet are sweet
Sweet is his dance and His friendship is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Geetham Madhuram, Peetham Madhuram,
Bhuktham Madhuram,Suptham Madhuram,
Roopam Madhuram, Thilakam Madhuram,
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet is His song and His pure drink is sweet
Sweet is His food and His sleeping is sweet
Sweet is His charm and His forehead is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Karanam Madhuram, Taranam Madhuram
Haranam Madhuram, Ramanam Madhuram
Vamitham Madhuram, Samitham Madhuram
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet are his limbs and His sporting is sweet
Sweet are his guiles and His pranks are sweet
Sweet is His mouth and His resting is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Gunja Madhura, Mala Madhura,
Yamuna Madhura, Veechi Madhura,
Salilam Madhuram, Kamalam Madhuram
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet is His pearl and His garland is sweet
Sweet is Yamuna and Her rippling is sweet
Sweet is the stream and the lotus is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Gopi Madhura, Leela Madhura
Yuktham Madhuram, Muktham Madhuram
Drishtam Madhuram,Sishtam Madhuram
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet are His gopis and His divine play is sweet
Sweet is His love and His parting is sweet
Sweet is what He sees and what He leaves out is sweet
The Lord of Sweetness is entirely sweet


Gopa Madhura, Gavo Madhura
Yashtir Madhura, Srushtir Madhura
Dhalitham Madhuram, Phalitham Madhuram
Madhuradhipathey Akhilam Madhuram

Sweet are His Gopas and His cows are sweet
Sweet is His staff and His creation is sweet
Sweet is what He tramples and so are His jokes
The Lord of Sweetness is entirely sweet



Apa sih maknanya bagi Pelajar Hindu?
Dear, Coba tanya anak kecil, siapa Dewi Ilmu Pengetahuan?
Tak lama kemudian ia akan menjawab “Dewi Saraswati”.

Tanya lagi, siapakah dewa kecerdasan?
Kemudian, beberapa detik berlalu, “Hehe, siapa ya…?! Ngga tahu. Emang siapa Dewa Kecerdasan?”
Justru anak itu balik bertanya.

Ngga semua anak kecil tahu, bahkan kita-kita yang udah berumur (yang udah gedean dibanding mereka) sering salah jawabnya. Padahal semua orang ingin cerdas, terlebih anak muda.

Di usia belia, otak manusia sedang memiliki kemampuan yang luar biasa hebatnya, tentu akan jauh lebih hebat bila ia mendapat anugrah siddhi dan budhi atau kecerdasan intelektual dari Tuhan Yang Maha Agung, dalam perwujudan-Nya sebagai Dewa Kecerdasan - Dewa Ganesha.

Dewa Ganesha merupakan Dewa penghancur segala rintangan serta penganugrah siddhi dan budhi atau kecerdasan intelektual. Beliau merupakan putera dari Dewa Siva dan Dewi Parvathi, yang menggambarkan seorang siswa wedandik sejati (siswa yang mempelajari ilmu pengetahuan suci Veda). Menurut sastra suci, Dewa Ganesha merupakan Dewa paling awal yang dipuja dalam setiap pemujaan Hindu.

Dalam Kekawin Siwaratrikalpa disarankan untuk memuja Sri Ganesha dan Kumara sebelum melakukan pemujaan kepada Dewa Siva dalam perayaan Siwaratri. Dewa Ganesha telah dipuja sejak zaman purbakala sebagai obyek pemujaan para rsi, yogi, penyair, musisi, dan para siswa, sebab Beliau dianggap sebagai penguasa pengetahuan (vidya) dan penguasa pencapaian duniawi (avidya).

Ciri dan makna Dewa Ganesha antara lain:

1. Sang penguasa rintangan (Vignesvara) ini digambarkan memiliki 4 tangan yang merupakan simbolis 4 peralatan bathin (antahkarana). a. Tangan kanan depan bersikap abhaya hasta (memberi berkat) kepada pemuja, umat manusia. Selain itu Beliau juga memberkati dan melindunginya dari segala rintangan dalam usaha pencapaian Tuhan. b. Tangan kanan belakang memegang kapak, dengan kapak itu beliau memotong keterikatan para bhaktanya dari keterikatan duniawi c. Tangan kiri belakang memegang tali dan dengan tali beliau menarik mereka untuk semakin dekat dengan kebenaran, kebajikan, dan cinta kasih serta intektualitas, kemudian pada akhirnya beliau mengikatnya untuk mencapai tujuan umat tertinggi. d. Tangan kiri depan membawa modaka (manisan). Wah, enak yah dapat manisan dari Dewa? Hehe, hya iya lah tentunya! Manisan/modaka/bola nasi yang dipegang oleh Dewa Ganesha perlambang pahala dari kebahagiaan yang beliau berikan kepada pemuja-Nya. Mau?

2. Kepala dan Telinga yang lebar. Eits, bukan artinya Dewa Ganesha menderita tuli loh! Telinga yang besar menunjukkan bahwa Dewa Ganesha selalu mendengarkan setiap doa yang diucapkan oleh pemujanya. Kepala dan telinga yang besar juga melambangkan seorang siswa Wedantik. Pengetahuan sifatnya sangat bersifat intelektual sehingga diperlukan kepala yang besar (maksudnya sih bukan besar ukurannya aja!) untuk memahami dan meyakini logika pengetahuan.

3. Taringnya patah. Dewa yang juga disebut “Vinayaka” ini dilukiskan telah kehilangan salah satu taringnya saat bertempur dengan Paramasura. Ini menunjukkan seorang siswa dengan kecerdasan dan kemampuan viveka (kebijaksanaan) yang telah dimilikinya ia mampu mengatasi suka duka dalam kehidupan. (*versi lain menuturkan Ganesha memotong taringnya ketika menulis epos Mahabharata yang dikisahkan Bhagavan Vyasa).

4. Perut buncit, ini lambang gudang segala kebijaksanaan dan material.

5. Kendaraan-Nya Tikus. Beda halnya dengan manusia yang suka berkendaraan mewah, jor-joran. Dewa Ganesha memilih berkendaraan tikus. Binatang kecil yang menjadi kendaraan beliau adalah lambang dari kama atau keinginan manusia. Keinginan yang harus dikendarai dan dikendalikan untuk mencapai kemurnian hati dan tujuan hidup sejati. Cz klo ngga gitu, seperti halnya tikus kecil yang dapat memakan habis pada dalam lumbung, demikian pula keinginan dapa mengantarkan kita pada jurang kejahatan dan penderiataan. Makanya, keinginan harus dikendalikan untuk pelayanan dan bukan jadi budak indria kita.

***

Nah, gitu tuh perlambangan Dewa Ganesha yang sarat makna dan merupakan “contoh hidup” bagi manusia. Bukan sebagai “dewa lucu” yang sering diungkapkan oleh banyak penulis / orang2 yang ngga ngerti makna dan hakekat Sri Ganesha.
Buat anak muda, para siswa, mahasiswa, dan juga masyarakat umum, sangat baik bila memohon berkat beliau sebelum mulai aktivitas duniawi ataupun aktivitas spiritual, terlebih sebelum mulai belajar. Dalam kitab Matya Purana dan Skanda Purana Dewi Parvati bersabda bahwa Vinayaka (Ganesha) harus dipuja pada hari keempat tiap pertengahan bulan, barang siapa yang melakukan pemukaan terhadap Vinayaka ngga akan mendapat kesulitan dalam mencapai apa yang diinginkan. Vinayaka Chaturri pada bulan Bhadrapada adalah hari yang sangat baik untuk memuja-Nya dan semua hari Jumat juga adalah hari yang sangat baik untuk memuja Sri Ganesha.

Om Sri Mahaganapataye namah
Om Sri Ganesha ya namah
Om Sri Vinayaka ya namah

Refrensi:
1. Swami Chinmayananda, Kejayaan Ganesha, Paramita, Surabaya, 2002.
2. Surpi Aryadharma, Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata, Pustaka Bali Post, Denpasar, 2005.


Hanya pemuda yang mampu dan memiliki kapasitas untuk melindungi dunia ini. Tidak ada bangsa yang mampu bertahan tanpa adanya para pemuda.” 
 - Bhagavan Sri Satya Sai Baba -

Masa muda adalah masa indah dimana semua hal tampak begitu spesial. Ketika ia datang, secara bersamaan seluruh kemampuan yang ada pada diri manusia berfungsi secara optimal. Hal ini telah tampak sejak kehidupan purana 5000 tahun silam. Kisah Ramayana dan Mahabarata cukup memberi bukti bahwa kaum muda sangat berpengaruh terhadap nasib bangsa itu sendiri. Dalam kisah tersebut tokoh seperti Rama, Sita dan Laksmana, serta Krishna, Pandawa, dan Drupadi diceritakan secara dominan dalam melaksanakan tugasnya yakni menegakkan dharma dan menumpas adharma. Pun di Indonesia, sejak jaman kerajaan, perjuangan kemerdekaan, hingga masa reformasi, kaum muda tetap menduduki tempat strategis dalam membangun dan mempertahankan bangsa.

Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang pesat. Namun sayangnya itu hampir semua berlangsung tanpa diiringi oleh kesadaran dan cinta kasih sehingga manusia makin jauh dari rasa damai, diancam oleh kemerosotan moral. Kini dunia membutuhkan sosok-sosok yang bermoral, penuh cinta kasih dan spiritualitas, serta berdiri tegak dalam kebenaran dan kemuliaaan. Jika iptek berada di tangan manusia seperti itu, tentunya ia dapat dimanfaatkan dengan baik demi kesejahteraan manusia.

Pada tahun 1997 Svami memberi rahmat ketuhanan-Nya untuk pelantikan Sai Youth Wing sebagai bagian integeral dari organisasi Sai dunia. Dengan kemurahan hati, Svami memulai pasukan generasi muda. Beliau menaruh tanggung jawab yang maha besar di tangan semua generasi muda dan semua orang yang menerima perintah Tuhan untuk mengarahkan Pemuda Sai sebagai pemimpin-pemimpin masyarakat di masa mendatang.


Menjadi Duta bagi Kasih Sai 
Bhagavan Sri Satya Sai Baba, kehidupan Beliau, pesan Beliau, teladan Beliau, dan seluruh kegiatan kemanusiaan yang Beliau lakukan dapat diabadikan ke dalam satu kata–“KASIH”. Sai adalah kasih, kasih adalah Sai. Dengan menyadari bahwa manusia adalah perwujudan kasih, manusia patut mengembangkan kasih Tuhan ini dengan membagi kasih Tuhan ini bersama yang lain.


Pada saat berlangsungnya Youth Conference tahun 2007  di Prasanthi Nilayam, dalam kegiatan yang diikuti oleh 5000 pemuda dari seluruh pelosok negeri (termasuk dari Indonesia) selama 3 hari tersebut, Svami benar-benar menunjukkan betapa Svami mengasihi, mengistimewakan, memperhatikan pemuda. Dalam kesempatan tersebut Svami menciptakan lingam emas dari tangan-Nyadan kemudian berkata,
“Kembalilah ke Negara asalmu dan sebarkan pemuda ideal Sai, jadilah duta bagi kasih Sai!” 
Svami juga menyampaikan “9 Sadhana Spiritual” yang harus dipatuhi oleh seluruh pemuda Sai di dunia,  Kesembilan Sadhana Spiritual yang telah disampaikan oleh Svami tersebut, antara lain:

  1. Berlatih namasmaranam, 
  2. Membaca wacana-wacana / buku-buku Svami dan ikut dalam Study Circle, 
  3. Ikut serta dalam kegiatan pelayanan (Seva) secara berkelompok tanpa pamrih, 
  4. Belajar berbicara dengan lemah lembut dan mengurangi bicara yang tidak pantas, 
  5. Aktif dalam kegiatan Sai Center, 
  6. Berlatih disiplin dalam makan, 
  7. Meningkatkan komunikasi dan interaksi dengan orang tua kita, 
  8. Tidak menyia-nyiakan makanan, energi, waktu, dan uang, 
  9. Berlatih meditasi dan berdoa setiap hari. 

Demikian petunjuk Svami yang diiberikan kepada seluruh pemuda Sai di dunia untuk menjadi pemuda ideal Sai agar kelak dapat menjadi pemimpin dunia yang menjungjung tinggi nilai kemanusiaaan.

Setelah mengetahui hal tersebut, kalau engkau menganggap bahwa seluruh perkataan Svami adalah benar, lalu mengapa engkau tidak melaksanakannya? Apakah karena terbentur waktu? Apakah hal tersebut menyita waktumu? Jika iya, berarti engkau tidak ingin mendapatkan ASURANSI TUHAN dan kita juga tak ingin mengalami perubahan spiritual dalam hidupmu ke tingkat yang lebih baik. Svami telah mengatur dengan baik mengenai pembagian waktu untuk aktivitas spiritual dan duniawi. Waktu yang baik digunakan untuk pemujaan adalah pada saat Brahmamuhurta (artinya tenggelam dalam kesadaran Tuhan) yakni jam 03.00 subuh - 06.00 pagi yang sangat sacral dan hening, dan saat sandhyakala (pertemuan dan perpisahan antara dua kurun waktu) yaitu jam 12 siang dan senja hari 06.00-07.00 petang. Di luar jam-jam tersebut manusia cenderung dikuasai sifat rajasik yang membuatnya menjadi bersemangat. Dengan demikian ini adalah waktu yang cocok dipergunakan untuk melakukan aktivitas duniawi sesuai dengan dharmamu. Pemuda ideal Sai selalu menjalankan memperhatikan pembagian waktu yang benar. Ia memiliki pembagian waktu yang ketat untuk studi, bhajan, meditasi dan sebagainya. Itulah yang ditekankan oleh Svami. Sebaliknya, Svami mencela percakapan dangkal yang tak ada gunanya, cara hidup yang mewah, kebiasaan yang merusak, ketagihan menonton film, membaca komik horror, bersurat-suratan dengan sahabat pena, berpakaian yang aneh-anaeh, potongan rambut (yang ganjil) gaya luar negeri untuk menarik perhatian, dan lain sebagainya. Hal semacam ini lambat laun akan menyeret kaum muda menuju jalan yang tidak benar dan tidak bermoral.

Svami telah memberi kesempatan emas kepada kita untuk melayani-Nya dengan ikut serta dalam misi-Nya di Era Satya Sai. Ini adalah kesempatan yang amat langka bahkan dalam seratus kali kehidupan manusia. Untuk itu kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang berharga ini. Ikutlah dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Sai Centre seperti bhajan, Shadana camp, medical camp, study circle, Sai Rescue, PNK, dan sebagainya. Lakukan pelayanan (seva) dengan menggunakan segenap kekuatanmu agar kekuatanmu terus tumbuh dan berkembang. Berikan cinta kasihmu kepada orang lain agar kau dapat memperdalam dan memperkaya cinta kasih tersebut. Jauhkan diri dari perkataan kasar kepada siapapun, terlebih lagi kepada orang tua walau bagaimanapun hatimu telah disakiti olehnya. “Matru deva bhavo, Pitru deva bhavo” artinya ibu dan ayahmu adalah perwujudan Tuhan di muka bumi. Inilah salah satu dharma seorang anak. Berdisplinlah dalam hal makan. Konsumsi makanan Satvik seperti yang dianjurkan Veda untuk menjaga kesehatan dan agar karaktermu menjadi baik. Jangan pula pernah membuang makanan karena makanan adalah adalah Tuhan, makanan adalah berkah dari dewi kemakmuran-Dewi Sri. Dengan jalan yang sama hargailah uang karena uang adalah Tuhan, karunia dari dewi kemakmuran-Dewi Laksmi. Selain itu, berdoa dan bermeditasilah setiap hari agar kecerdasanmu meningkat, konsentrasimu menajamkan, detak jantung dan nafas menjadi teratur, dirimu menjadi tenang dan rileks, dan memperbaiki memori otakmu. Hal terakhir yang paling penting adalah lewati hari-harimu dengan senantiasa mengidungkan nama Tuhan. Tuhan adalah sumber kehidupan, pemberi hidup, semangat dan pencerahan, serta kekuatan untuk menghadapi alaunan kehidupan.

Demikian "Sembilan Sadhana Spiritual" yang patut ditekuni oleh pemuda Sai. Apabila kita dengan sungguh-sungguh menjalankan aturan yang telah ditetapkan Svami maka dengan sendirinya Svami akan mengarahkan kita pada kekuatan Tuhan untuk memikul tanggung jawab Organisasi SAI suci yang kita cintai ini, yang juga merupakan BADAN SVAMI. Tanaman muda dapat dibantu agar tumbuh lurus, tapi setelah menjadi pohon besar yang kokoh ia tidak akan dapat diatur lagi. Sama halnya dengan manusia, semasih menjadi kaum muda-yang dalam Catur Asrama disebut pula dengan Brahmacari-masa dimana sifat-sifat kedewataan itu muncul, mari kita manfaatkan kesempatan baik ini untuk melayani Tuhan dengan segenap cinta. Jangan ulur waktu lagi. Setelah membaca tulisan ini, tersenyumlah sambil berkata
“Terimakasih Svami, kau telah tunjukkan jalan terang di hadapanku. Tuntun aku selalu agar aku dapat menjadi pemuda ideal Sai – duta bagi kasih Sai.”

*tulisan dipersembahkan kepada kaki padma Sad Guru, Bhagawan Sri Sathya Sai Baba, dalam Ulang Tahun Beliau yang ke-81. SVAMI, I'M YOURS :')

Referensi / Rujukan :

  1. Sai Study Group Gianyar: Pemuda Ideal Sai Duta bagi Kasih Sai (terjemahan dari hasil Youth Conference di Puthaparthi Tahun 2007), 2008.
  2. Surpi Aryadharma: Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata, Penerbit Bali Post, Denpasar, 2005.
  3. Sri Satya Sai Publications Society Kerala: Buku Pedoman untuk Generasi Muda Sai (terjemahan), Penerbit Paramitha, 2008
  4. Sai Study Group Gianyar: Pemuda Ideal Sai Duta bagi Kasih Sai (terjemahan dari Youth Conference Tahun 2007 di Puthaparthi), 2008
  5. Disampaikan langsung oleh Surpi Aryadharma saat Youth Camp di SSG Celuk, Gianyar, 2008
  6. N. Kasturi: Sadhana (Disiplin Spiritual), Penertbit Paramitha, Surabaya, 1999., 
  7. Swami Siwananda: Intisari Agama Hindu, Penertbit Paramitha, Surabaya, 1997, 
  8. I Wayan Waswinara: Gayatri Sadhana Mahamantra Menurut Weda, Penertbit Paramitha, Surabaya, 1997, 
  9. Surpi Aryadharma: Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata, Penerbit Bali Post, Denpasar, 2005.
  10. Clotil Fracassi and Paul Urbani: Kasih Sayang dan Restu Sri Satya Sai (terjemahan), penerbit Yayasan Sri Satya Sai Indonesia, Jakarta, 2001

Pengikut